You are here: Themes / Women's Human Rights / HeRWAI / Halaman Utama
English
Bahasa Indonesia
Español
7.1.2009 : 3:47 : +0100

HeRWAI brosjur

English  [PDF 331K]

Spanish [PDF 331K]

(c) IRIN

« January - 2009 »
SMTWTFS
 010203
040507080910
11121314151617
18192021222324
25262728293031



Selamat datang di halaman Pusat Sumber untuk HeRWAI (alat mengaji hak kesehatan perempuan).

HeRWAI adalah alat yang strategis untuk memperbaiki kegiatan lobi untuk mewujudkan hak kesehatan perempuan. Sebuah analisa menghubungkan yang sebenarnya terjadi di lapangen,dengan yang seharusnya dilakukan pemerintah berdasarkan kewajibannya internasional.

Berdasarkan analisa HeRWAI itu anda dapat memberi rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah anda untuk memperbaiki kebijaksanaan kesehatan. Dibawah ini dua berita tentang Negeri Belanda dan Nepal.

Nepal

Banyak perempuan Nepali bekerja sebagai buruh pembangunan. Juga kalau hamil mereka harus terus bekerja. Setelah melahirkan tidak ada waktu untuk menjadi sembuh. Sebab perempuan harus bekerja secara hebat sekali dan mereka harus membawa batu yang berat, ada bahaya yang besar sekali untuk perempuan itu atas penyakit rahim gugur. Penyakit ini berbahaya dan menyebabkan banyak kesulitan. Perempuan tidak ada uang secukupnya untuk membayar operasi. Berdasarkan analisa HeRWAI sebuah LSM Nepal (WOREC), memberi nasehat pada permerintahnya untuk memberikan kesempatan operasi dengan cuma-cuma. Akhirnya pemerintah Nepal membenarkan aturan yang begini.


Negeri Belanda

Pada bulan April 2008 Pemerintah Belanda mengusulkan perubahan terhadap kebijaksanaan apa yang dapat dibayar dari jaminan sosial untuk orang yang tinggal di Belanda tanpa izin (illegal). Sedang waktu kehamilan mereka diusut mendapat perhatian kesehatan ibu dan bayi di klinik yang khusus, dengan pembayaran imbalan untuk klinik yang dikurangi dengan 20%. Jadi perempuan yang tinggal di Belanda tanpa izin fasilitas kesehatannya, khusus pada waktu hamil, dikurangi, pertama sebab klinik yang khusus ada sedikit saja, dan kedua, klinik cenderung tidak menerima perempuan yang illegal sebab tidak ada pembayaran imbalan secukupnya. Dengan analisis HeRWAI sebuah usaha melobi berhasil: Parlemen Belanda tidak menerima kebijaksanaan pemerintah Belanda.>